Nama : Bernando Ardian
Usia : 19
Asal : Jakarta
Jurusan : DKV
Tgl lahir : 16 Nov 2005
Zodiak : Scorpio
Face claim : Choi Yikyung (from Sketch)

Trivia

• Bernando Ardian, bisa dipanggil ber, nando, Ardi, Ian.• Bernando lahir di Jakarta, namun ia sering berpindah tempat tinggal karena pekerjaan ayahnya hingga ia lulus dari SMA dan menetap sendirian di Jakarta. Sementara orang tuanya kini tinggal di Bandung.• Mahasiswa jurusan DKV angkatan 2023. Tinggal di apart sendirian, tepatnya di Jakarta karena harus kuliah. Kalau dari rumah kejauhan soalnya.• Rambut aslinya hitam legam. Setelah lulus sekolah (dan mengungkapkan rasa cinta) ia mewarnai rambutnya menjadi biru gelap.• Suka buat tulisan puisi, lukisan, atau sekadar gambar sketch.• Semua karya yang dia ciptakan berkaitan dengan dirinya. Entah itu yang disuka, dirasakan, dibenci, atau dipikirkan.• Suka banget cheese cake 10000000% suka.• Suka fotografi. Karena biaya hidup di Jakarta cukup mahal, jadi selain kuliah, dia juga kerja part time sebagai photographer.• Jiwanya competitive. Gak suka kalah. Gak ada kata gak bisa, kalo gak bisa, ya diusahakan.• Aslinya kurang suka olahraga, tapi suka basket. Karena pas kecil diejek payah dan gak bisa main cuma karena sering jatuh dan kebobolan gol pas lagi main sepak bola. Sebab gak suka digituin, jadi dia coba sering olahraga, tapi bukan sepak bola, soalnya udah terlanjur gak suka. Dari banyak yang dicoba, ternyata paling suka basket. Jadi deh, lebih fokus belajar dan main basket dibanding olahraga lain.• Act of service dan physical touch.

Karena kebijakan baru @X, saya tekankan bahwa akun ini dibuat untuk tujuan hiburan semata. Meminjam rupa Choi Yikyung dari Sketch. Hak cipta rupa sepenuhnya milik author dari judul terkait.Tertanda,
Sou.

Relasi akan diisi menyusul

Required : OTP (bxg/bxb), teman dekat/sahabat, dan relasi lainnya yang bisa dibicarakan terlebih dahulu. Jangan sungkan untuk ketuk DM bila tertarik!

// Bernando Ardian

Seorang mahasiswa DKV dari Universitas swasta di Jakarta yang baru setahun menginjakan kaki di dunia perkuliahan. Hidupnya mulai berubah- tidak, ia mengubah hidupnya sejak mendapati kesedihan hasil jalur asmara yang dilewati. Memberikan hati untuk kasih imajinasi membuatnya tak sempat merebut kembali apa yang telah diberi. Kini hatinya belum kunjung menemukan rumah berpulang. Perasaannya hanya mampu menggoreskan kisah lewat setiap tulisan, lukisan, coretan karya yang dibuatnya.

// Lingkaran Memori

// Langit Ungu Muda

// Lingkaran Memori

16 November 2005, tercatat sebagai hari disematkannya nama Bernando Ardian untuk seorang bayi laki-laki yang baru saja menunjukan eksistensinya di bumi. Hari lahirnya menjadi hari paling membahagiakan untuk sepasang kekasih yang sudah lama mendambakan seorang anak untuk ditimang, dirawat, dan dihujani kasih sayang. Perasaan pada masa mendamba tidak hilang dari hati keduanya. Mereka memperlakukan Bernando sesuai dengan apa yang mereka rencanakan, menghujaninya kasih sayang. Bernando tumbuh menjadi seorang yang ceria dan apa adanya, tanpa sedikit pun rasa kecewa pada dunia. Memori indah ia ciptakan bersama orang di sekitarnya.Hari demi hari, bulan ke bulan, hingga tahun berganti. Bernando sudah duduk di bangku SMA. Kini usianya menginjak 14 tahun. Masa remaja yang tentu akan ia nikmati. Mengenal banyak sekali hal baru, teman baru, hingga perasaan yang baru. Perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Membuat jantungnya berdegup tidak karuan. Rasanya seperti ribuan kupu-kupu berterbangan dalam perutnya. Hal itu datang ketika dirinya melihat seorang wanita berdiri di tengah kerumunan orang, tersenyum pada orang di sekitarnya.Ya, jatuh cinta. Perasaan yang ia belum pernah rasakan. Meski ia tidak pernah kehabisan cinta dari keluarganya, walaupun ia selalu mengucap sayang kepada keluarganya, namun perasaannya saat itu berbeda. Ia sangat menyukainya. Lekas senyum terukir tiap kali wanita itu muncul di hadapannya- atau hanya sekadar dalam pikirannya. Gadis yang membuatnya berbunga-bunga merupakan temannya di SMA. Sayangnya, mereka berada di kelas yang berbeda. Setiap saat Bernando akan menyempatkan dirinya untuk melewati kelas sang puan hanya untuk mencuri pandang. Menyemangati diri sebelum menghadapi mata pelajaran pikirnya. Entah apa yang merasukinya, rasanya ia menjadi manusia paling bahagia setiap berhasil menatap pujaan hatinya, apalagi kalau bisa berbincang. Melayang sudah imajinasi "hidup bahagia bersama"-nya.

// Langit Ungu Muda

(To be continue...)